MES Jabar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Ferry Juliantoro: Jangan Sekadar Forum Diskusi

MES Jabar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Ferry Juliantoro: Jangan Sekadar Forum Diskusi

Sabtu, 25 Juli 2026MES Jawa Barat
MES Jabar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Ferry Juliantoro: Jangan Sekadar Forum Diskusi
Foto: MES Jabar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Ferry Juliantoro: Jangan Sekadar Forum Diskusi

BANDUNG – Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantoro, meminta Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat yang baru dilantik tidak hanya menjadi organisasi yang aktif menggelar diskusi, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, MES harus menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang berdampak langsung bagi pengembangan UMKM, industri halal, hingga peningkatan literasi keuangan syariah.

Dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Barat di Bandung, Sabtu (25/7/2026), Ferry yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi Republik Indonesia mengatakan tantangan terbesar MES saat ini bukan lagi membentuk kepengurusan, melainkan memastikan organisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“MES tidak hanya hadir dalam forum-forum diskusi, tetapi juga harus hadir dalam penyelesaian berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari akses pembiayaan, penguatan UMKM, pengembangan industri halal, peningkatan literasi keuangan syariah, penguatan wakaf dan zakat produktif, hingga perluasan akses pasar,” ujarnya.

Ferry menjelaskan, perkembangan MES secara nasional menunjukkan tren yang semakin positif. Saat ini jaringan kepengurusan MES telah tersebar di 137 kabupaten/kota, 31 provinsi, serta memiliki 23 perwakilan di luar negeri.

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pengurus dan pemangku kepentingan yang terus memperkuat gerakan ekonomi syariah di berbagai daerah.

Secara khusus, Pengurus Pusat MES memberikan apresiasi kepada Pengurus Wilayah MES Jawa Barat yang dinilai berhasil memperluas jaringan organisasi hingga mencakup 22 kabupaten/kota.

Meski demikian, Ferry mengingatkan bahwa perluasan kepengurusan harus diikuti dengan meningkatnya aktivitas, program, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Perluasan jaringan tidak boleh berhenti pada bertambahnya jumlah kepengurusan, tetapi harus diikuti dengan semakin kuatnya aktivitas dan program yang memberikan manfaat langsung,” katanya.

Ia menambahkan, setiap kepengurusan MES di daerah diharapkan mampu menjadi simpul kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga keuangan syariah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ferry menegaskan bahwa MES merupakan organisasi yang bersifat inklusif sehingga keberhasilan program-programnya hanya dapat dicapai melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak.

Karena itu, ia berharap seluruh program kerja PW MES Jawa Barat disusun selaras dengan arah kebijakan Pengurus Pusat MES serta berorientasi pada dampak jangka panjang, bukan sekadar memenuhi target jangka pendek.

“Setiap program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mempertemukan potensi yang ada dengan peluang yang tersedia sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

Di akhir sambutannya, Ferry berharap kepengurusan baru PW MES Jawa Barat dapat menjadi salah satu wilayah percontohan yang bergerak progresif dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus menjadi inspirasi bagi kepengurusan MES di daerah lain.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan pelantikan tersebut serta mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PW MES Jawa Barat yang resmi dilantik.

Baca Juga